
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Bank Indonesia
(BI) beberkan berbagai kebijakan yang ditempuh, termasuk naiknya suku bunga acuan atau
BI Rate
menjadi 5,5 persen membuat respons pasar kembali positif.
Hal tersebut seiring dengan nilai tukar rupiah yang ditutup menguat 128,5 poin atau 0,71 persen ke Rp17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6) sore.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti megklaim bauran kebijakan BI, meliputi kenaikan BI-Rate menjadi 5,5 persen, penguatan struktur suku bunga SRBI, dan pemberian
insentif hedging swap
bagi investor asing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, pembukaan akses repo untuk mendukung likuiditas perbankan, serta peningkatan intensitas operasi moneter Rupiah dan valuta asing berhasil membuat rupiah terus menguat.
“Langkah-langkah tersebut juga didukung oleh sinergi yang erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah,” ujar Destry dalam keterangan resmi tertulis, Jumat (12/6).
Destry juga membeberkan pasca kenaikan BI Rate, aliran masuk modal asing mengalami perkembangan positif yang didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik.
[Gambas:Youtube]
Ia menyebut tingginya minat investor global tercermin dari peningkatan inflows transaksi SRBI nonresiden dan SBN yang pada 10 dan 11 Juni 2026 masing-masing tercatat sebesar Rp15,11 triliun dan Rp3,91 triliun.
“Aliran masuk modal asing juga terjadi pada obligasi internasional Danantara yang penjualan perdananya berhasil mencapai Rp26,9 triliun. Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik,” tambahnya.
Kemudian, ia juga mengatakan Ketahanan eksternal semakin diperkuat melalui kerja sama keuangan antara Bank Indonesia, Bank Sentral China (PBOC) dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA).
Terdapat tiga kesepakatan yang dihasilkan, yaitu sinergi memperkuat tidak hanya ketahanan keuangan masing-masing negara melainkan stabilitas keuangan yang regional yang lebih luas, dan penguatan
Bilateral Currency Swap Agrrement
(BCSA).
Selanjutnya, penguatan komitmen penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui perluasan
Local Currency Transaction
(LCT).
“Langkah tersebut akan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah,” ujar Destry.
BI menegaskan akan terus hadir di pasar untuk mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan secara konsisten dan terukur, serta memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.
“Dengan berbagai perkembangan di atas, diyakini rupiah akan terus menguat terhadap dolar AS menuju ke level fundamentalnya,” tutupnya.
(fln/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Max Verstappen Pertimbangkan Pensiun dari F1
Baca lagi: Gaji SPPG Rp6 Jutaan Bisa Nyicil Motor, Gak Perlu Motor Listrik
Baca lagi: Kpop Demon Hunters Tayang Lagi di Bioskop, Ada Indonesia?




5 Responses
Konten yang luar biasa dengan penyajian informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh semua kalangan https://zomatt.com/turn-a-one-night-stand-with-google-into-a-long-term-relationship/ .
Saya sangat menyukai cara artikel ini menyajikan informasi secara sederhana namun tetap mendalam https://www.techmeme.com/080924/p67 .
Artikel yang sangat berkualitas dengan penyampaian yang runtut dan mudah dimengerti oleh berbagai kalangan pembaca https://sites.bc.edu/uncommonsense/2022/02/08/color-struck-2/ .
Konten yang menarik dan penuh wawasan membuat artikel ini sangat layak untuk dibaca.https://forums.winterhighland.info/read.php?2,106192,113620
Artikel yang luar biasa dengan pembahasan yang lengkap dan mudah dipahami. Informasi yang diberikan sangat membantu dalam memperluas wawasan serta menambah pengetahuan pembaca. Terima kasih telah menghadirkan konten yang bermanfaat. Jangan lupa mengunjungi https://tocgitlab.laiye.com/kelseynilsen3/3937replica-bags/-/issues/13.