BI Ancang-ancang Warga RI Rajin Tarik Kredit Dibanding Nabung, Kenapa?

Daftar Isi

Jakarta, jllangley Indonesia

Bank Indonesia

(BI) mengungkapkan pertumbuhan penyaluran kredit masyarakat mulai melaju lebih kencang dibandingkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) atau tabungan.

Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan realisasi pertumbuhan kredit per Juli 2026 menyentuh angka 13,6 persen. Sementara itu, pertumbuhan simpanan masyarakat di perbankan atau DPK tercatat di level 11,21 persen pada periode yang sama.

“Di sini saja memang ada satu

gap

. Kalau di periode sebelumnya, DPK itu selalu tumbuh di atas kredit. Tapi belakangan kredit itu sudah tumbuh melebihi DPK,” ujar Destry dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Kempinski Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergeseran pola ini membuat rasio pinjaman terhadap simpanan (

loan to deposit ratio

/LDR) di sejumlah kelompok bank melambung, terutama di bank-bank Himbara yang menjadi penopang utama penyaluran kredit.

Menurut Destry, kondisi tersebut memicu ketimpangan likuiditas di industri perbankan karena dana tidak terdistribusi secara merata.

Oleh karena itu, BI melakukan penyesuaian insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang mulai berlaku efektif per September.

[Gambas:Youtube]

Bank sentral bakal memberi insentif tambahan hingga 2 persen bagi bank yang mengalokasikan Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) secara wajar atau berada di kisaran 19 persen dari total DPK.

Sebaliknya, bank yang memarkir alat likuid itu terlalu besar di instrumen surat berharga tanpa mengalokasikannya ke fungsi intermediasi tidak akan diberi insentif Giro Wajib Minimum (GWM).

“Tujuannya apa? Jadi bank-bank tadi yang punya banyak outstanding SRBI khususnya dan juga SBN, dia akan mulai mengurangi posisinya, dia punya cash, dan dia bisa kita dorong untuk intermediasi,” tegasnya.

Destry mengatakan langkah ini diambil untuk memastikan perbankan memiliki ruang likuiditas yang cukup saat dorongan permintaan kredit masyarakat terus meningkat.

BI juga mencatat pendorong utama ekspansi kredit saat ini masih dipimpin oleh korporasi swasta non-IKNB (Industri Keuangan Non-Bank), termasuk Danantara, serta sektor pemerintah dan BUMN.

“Yang kontribusinya paling besar, di mana ini adalah swasta tapi non-IKNB ya, kemudian ada pemerintah yang BUMN.

Nah

inilah memang dua segmen yang sangat mendorong pertumbuhan kita saat ini,” kata Destry.

“Intermediasi ini sekarang memang masih

state-led

ya, jadi di-

drive

oleh

government

dan tadi IKNB non-swasta

which is

Danantara adalah salah satu pendorong,” imbuhnya.

(fln/ins)

Baca lagi: Mengenal Lingling Kwong, Wanita Tercantik di Dunia 2026

Baca lagi: Singapura Mau Bangun Pulau Baru, Perluas Wilayah

Baca lagi: Mengenal Karakter Penting Film China All Wishes Come True

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: