
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Gubernur
Bank Indonesia
(BI) Perry Warjiyo membantah anggapan cadangan devisa (
cadev
) Indonesia mulai menipis imbas dari upaya bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar
rupiah
.
Perry menegaskan posisi cadangan devisa masih berada pada level yang aman dan bahkan melebihi standar kecukupan internasional yang ditetapkan Dana Moneter Internasional (IMF).
“Lebih dari cukup. BI itu selalu mengukur berapa jumlah cadangan devisa yang cukup,” ujar Perry saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebutkan BI memakai indikator internasional yang diterbitkan IMF, yaitu Adequacy Reserve Asset (ARA) untuk mengukur kemampuan cadangan devisa dalam menghadapi gejolak ekonomi dan tekanan di pasar keuangan.
Melalui indikator tersebut, pihaknya menghitung kebutuhan cadangan devisa yang diperlukan untuk mengantisipasi berbagai risiko, termasuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
“Berapa cadangan devisa untuk bisa meng-
cover
pelemahan rupiah yang dalam. Kami ukur-ukur itu dan sekarang masih lebih dari 115 persen,” terangnya.
[Gambas:Youtube]
Lebih lanjut, Perry menjelaskan selain memenuhi standar kecukupan IMF, posisi cadangan devisa Indonesia juga setara dengan pembiayaan sekitar enam bulan impor.
Dengan begitu, ia meminta pelaku pasar dan masyarakat tidak khawatir terhadap kemampuan BI menjaga stabilitas sektor eksternal Indonesia.
“Jadi jangan khawatir, jumlah cadangan devisa lebih dari cukup,” tutupnya
Cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan pada akhir Mei 2026. BI mencatat posisi cadangan devisa Indonesia turun menjadi 144,9 miliar dollar AS per Mei 2026. Angka tersebut berkurang dibandingkan bulan lalu sebesar 146,2 miliar dollar AS.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan penurunan cadangan devisa disebabkan oleh penerbitan surat utang global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta stabilisasi nilai tukar rupiah.
Adapun cadangan devisa per Mei 2026 setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut jauh di atas ambang batas kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 tercatat 144,9 miliar dollar AS, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir April 2026,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi tertulis, Senin (8/6).
(fln/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Satu Jam Presale, Semua Tiket Konser BTS Jakarta Ludes Dipesan
Baca lagi: Hanggar Jet Tempur F-35 AS di Yordania Hancur Ditembak Rudal Iran
Baca lagi: Hello world!




3 Responses
Artikel yang sangat menarik dengan penjelasan yang mudah dimengerti. Semoga semakin banyak konten serupa seperti https://macaotaxi.com/pt/%E9%83%A8%E8%90%BD%E6%A0%BC%E8%B2%BC%E6%96%87%E6%A8%99%E9%A1%8C/ yang dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi pembaca.
Artikel yang sangat edukatif dan memberikan banyak inspirasi serta pengetahuan baru https://pxhere.com/pt/photographer/4083056 .
Artikel yang sangat bermanfaat dan layak untuk dibaca. Saya mendapatkan banyak pelajaran baru yang dapat menambah wawasan dan pemahaman saya. Terima kasih telah berbagi informasi yang berharga. Jangan lupa mengunjungi https://www.tunesbank.com/it/spotify/add-music-from-spotify-to-imovie.html.