Jilangley

Kata-kata Destry Damayanti usai Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia

Jakarta, jllangley Indonesia

Destry Damayanti

resmi menduduki posisi sebagai Gubernur

Bank Indonesia

(BI) untuk periode masa jabatan 2026 hingga 2031. Selain Destry, Aida S. Budiman turut dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI serta Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI.

Usai mengucapkan sumpah jabatan di Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, Rabu (2/9), Destry menyatakan amanah dan mandat baru ini akan dijalankan secara optimal.

Dalam kepemimpinannya, ia menegaskan bank sentral akan fokus menjalankan kebijakan yang berlandaskan prinsip 3I + S.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami tentunya juga ke depan akan terus memfokuskan kebijakan-kebijakan kami yang akan memenuhi prinsip 3I + S,” ujar Destry kepada wartawan.

Ia menjelaskan prinsip 3I tersebut terdiri dari

impactful

(berdampak), inklusif, dan integratif. Ketiga elemen kunci itu akan diikat dalam satu huruf S, yakni sinergi merah putih, yang menjadi pegangan BI dalam mendukung pencapaian Indonesia maju.

Lalu, kata Destry, stabilitas menjadi sangat penting bagi BI karena dengan ekonomi yang stabil, ruang-ruang untuk pertumbuhan ekonomi itu menjadi semakin luas.

[Gambas:Youtube]

Terkait arah kebijakan atau

stance policy

ke depan, Destry menyatakan BI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan koordinasi lintas sektoral.

Ia menjelaskan pengendalian inflasi dan penanganan isu domestik lainnya akan terus dikejar melalui peningkatan sinergi erat dengan kementerian serta lembaga terkait.

“Jadi tidak Bank Indonesia sendiri, kita bisa mengajak dengan tadi sinergi merah putih itu, khususnya dalam menangani masalah-masalah domestik seperti inflasi yang itu tentu akan menjadi PR bagi kami dengan terus meningkatkan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait,” ujar Destry.

Mengacu Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Destry mengungkap BI kini memiliki mandat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

BI juga didorong untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif. Dengan begitu, pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja juga dapat tercipta.

Dalam kesempatan sama, Destry juga menanggapi tren kenaikan imbal hasil obligasi global (

global bond yields

) yang terjadi di Amerika Serikat, Jepang, dan berbagai negara lainnya.

Ia menyebut hal tersebut sejalan dengan

asesmen

terbaru BI yang mencatat situasi

higher for longer

masih membayangi pasar keuangan global.

Faktor-faktor eksternal seperti tingkat imbal hasil obligasi yang tinggi, inflasi global, serta suku bunga acuan negara maju yang bertahan di level tinggi akan menjadi perhatian BI.

Nah

ini sesuatu yang pasti akan kami antisipasi pada saat kami membuat kebijakan untuk domestik,” ujar Destry.

(dhz/ins)

Baca lagi: Memo Pertama John Ternus sebagai CEO Apple, Event Besar di Depan Mata

Baca lagi: Nepal Mulai Makamkan Massal Korban Banjir yang Tak Teridentifikasi

Baca lagi: Belajar Tahu Jaga Jarak Aman, Berkaca Maung Ringsek Dihantam Bus

Exit mobile version