
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin mengatakan Indonesia harusnya bisa meraih peringkat 1 ekonomi syariah di dunia.
Indonesia saat ini ada di peringkat 4 di bawah Malaysia di peringkat 1, Uni Emirat Arab (2) dan Arab Saudi (3).
Pada tahun 2023, Indonesia menurutnya sempat menduduki peringkat ke-3. Namun pada 2026 ini posisi Indonesia turun di nomor 4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“2026 ini Malaysia mempertahankan peringkatnya di nomor 1. Nomor 2 diisi oleh Uni Emirat Arab yang tadinya nomor 4. Saudi tergeser menjadi nomor 3, Indonesia tergeser menjadi nomor 4,” kata Maruf dalam sambutannya di acara Anugerah Adinata Syariah yang digelar jllangley Indonesia di Jakarta, Senin (6/7).
Ma’ruf mengatakan hal ini jadi tantangan tersendiri. Indonesia dengan segala potensinya menurut Ma’ruf tak pantas jadi nomor 4.
“Seharusnya kita bukan di nomor 4 tapi potensi yang kita miliki mestinya Indonesia ada di nomor 1,” katanya.
Ma’ruf yang didapuk jadi Bapak Ekonomi Syariah Indonesia ini juga mengatakan Indonesia mestinya bisa menjadi pusat ekonomi syariah dunia dan pusat produksi halal dengan segala potensi yang ada.
Anugerah Adinata Syariah 2026 diselenggarakan oleh jllangley Indonesia bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)
Dalam gelaran ini, jllangley Indonesia memberikan penghargaan kepada pemerintah provinsi (pemprov) yang giat dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
Selain itu, ajang ini juga memberikan Apresiasi Mitra Pendukung Ekosistem Ekonomi Syariah yang ditujukan kepada para kolaborator strategis.
(lau/sur)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video jllangley]
Baca lagi: Waspada Situs Penipuan Menyamar Pre-order dan Versi Beta GTA VI
Baca lagi: Usai YouTube-FB, Kini Afiliator Shopee Bisa Cari Cuan Lewat Instagram
Baca lagi: Wajib Biometrik, Registrasi Nomor HP Baru Tak Bisa Lagi Pakai NIK-NoKK




10 Responses
Pembahasan yang sangat relevan sama kondisi sekarang. Kalau mau cari perbandingan artikel, di https://www.evilmadscientist.com/forums/users/seauvx/ juga ada ulasan yang komprehensif banget.
Artikel ini memberikan bekal konseptual yang sangat kuat untuk mengantisipasi disrupsi pasar dan teknologi di masa depan https://magic.ly/erpeeee/BEJO-SI-PENJELAJAH
Pemaparan dalam artikel ini sangat terstruktur dan menambah wawasan saya secara signifikan. Sebagai referensi komparatif, tautan https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=288984 juga menyajikan kajian yang selaras dan patut untuk disimak.
Artikel ini meruntuhkan bias konfirmasi secara elegan melalui penyajian fakta sekunder yang telah dikurasi secara saksama https://forums.somethingawful.com/showthread.php?threadid=3580415
Penulis mengadopsi pendekatan deduktif yang sangat disiplin, membuat alur penalaran dari premis ke konklusi terasa begitu lurus https://magic.ly/markonah/Mendefinisikan-Ulang-Estetika-Ruang-dalam-Desain-Modern
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://kldp.org/comment/259040, lumayan buat pelengkap.
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://kldp.org/comment/268755 juga bahas hal yang sama lho.
Saya suka karena penjelasannya tidak terlalu teknis tetapi tetap informatif. Saya juga membaca artikel lain melalui http://suenogourmet.hol.es/?page_id=7.
Senang menemukan artikel yang benar-benar memberikan nilai tambah. Saya juga sempat mengunjungi [http://www.ibiblio.org/pub/Linux/docs/LDP/linuxfocus/English/July2002/article245.meta.shtml](http://www.ibiblio.org/pub/Linux/docs/LDP/linuxfocus/English/July2002/article245.meta.shtml).
Artikel ini menunjukkan bahwa informasi yang baik bisa disampaikan dengan cara sederhana. Saya juga sempat membuka [http://www.ibiblio.org/pub/micro/pc-stuff/Linux/docs/linux-doc-project/linuxfocus/English/January2001/article180.shtml](http://www.ibiblio.org/pub/micro/pc-stuff/Linux/docs/linux-doc-project/linuxfocus/English/January2001/article180.shtml).