
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Otoritas Jasa Keuangan (
OJK
) buka suara terkait kabar pemutusan hubungan kerja (
PHK
) massal yang dilakukan KB Bank. Di mana sebelumnya beredar kabar bahwa karyawan
KB Bank
berkurang lebih dari 600 orang sepanjang periode Maret 2025-Maret 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa pihak bank wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan OJK sebelum melaksanakan kebijakan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. Langkah ini merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh manajemen bank asal Korea Selatan tersebut, melansir dari
CNBC Indonesia
.
Meskipun ada rencana PHK, OJK menekankan pentingnya menjaga hubungan yang baik antara perusahaan dan pekerja. Dian menegaskan bahwa proses ini tidak boleh menimbulkan perselisihan atau konflik antara pihak KB Bank dengan para karyawannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Biasanya kalau di swasta
mostly
, saya kira juga bank BUMN sama aja. Itu akan ada win-win solution antara pegawai dan bank. Sejauh ini jarang ada dispute ya, apalagi dalam kondisi rasionalisasi,” ungkap Dian di Gedung DPR RI beberapa waktu lalu, dikutip Minggu (5/7).
Menurutnya, dalam program rasionalisasi, bank sudah harus mengalokasikan sejumlah dana untuk kompensasi dan biaya terkait lainnya.
Lebih lanjut, Dian mengatakan KB Bank sedang melakukan program “turnaround” dari tenaga manusia ke teknologi. Dian mencontohkan, penggunaan IT yang baru guna menjadi lebih responsif terhadap permintaan kredit, terutama segmen UMKM.
[Gambas:Youtube]
“Terus penanganan-penanganan masalah-masalah isu-isu lain juga, saya kira sudah
on the track
gitu,” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, KB Bank mencatatkan penurunan karyawan dan kantor cabang secara signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per 31 Maret 2026, jumlah karyawan KB Bank baik tetap dan tidak tetap sebanyak 2.265 orang. Jumlah itu telah berkurang drastis, yakni turun 662 orang dari 2.927 orang pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah kantor cabang pembantu (KCP) KB Bank berjumlah 120 unit per kuartal I-2026, berkurang 21 unit dari sebanyak 141 unit pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Seiring dengan pengurangan KCP tersebut, jumlah kantor cabang bertambah 1 unit dari Maret 2025 menjadi 29 unit pada Maret 2026. Jumlah ATM juga bertumbuh pesat menjadi 154 unit sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, dari hanya 31 unit pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie menyebut optimalisasi tenaga kerja dan penyesuaian jaringan kantor cabang merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan yang dijalankan pihaknya. Hal itu dilakukan untuk membangun organisasi yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan.
“Langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan kebutuhan nasabah, dinamika industri perbankan, serta meningkatnya adopsi layanan digital,” kata Kunardy kepada
CNBC Indonesia
, Senin (8/6).
(ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Putin dan Trump Bicara Hampir 90 Menit di Hari Kemerdekaan AS 4 Juli
Baca lagi: Badan Cuaca PBB Peringatkan El Nino Makin Ekstrem Beberapa Bulan Lagi
Baca lagi: China-Rusia Gelar Latihan Angkatan Laut Gabungan Besok




3 Responses
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di https://www.evilmadscientist.com/forums/users/txlyon/ ya guys.
Wah baru kepikiran soal perspektif ini. Makasih admin udah nulis. Tadi sempet browsing juga dan ternyata https://aroundsuannan.ssru.ac.th/index.php?topic=349669.0 ngebahas hal yang lumayan mirip.
Sebuah eksperimen logika yang sukses diuji secara empiris melalui pemaparan studi kasus yanhttps://www.lib.cet.ac.il/Pages/subx.asp?item=14470&page=1&type=site&rel=1g komparatif