
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
ditutup di posisi Rp18.014 per
dolar AS
pada perdagangan Rabu (8/7) sore. Mata uang Garuda melemah 34 poin atau 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga tertekan terhadap dolar AS.
Yuan China turun 0,06 persen, peso Filipina melemah 0,11 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,09 persen, dolar Singapura melemah 0,06 persen, dan yen Jepang turun 0,19 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, sejumlah mata uang kawasan berhasil menguat. Won Korea Selatan terapresiasi 0,42 persen dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.
Pergerakan mata uang negara maju terpantau bervariasi. Euro menguat 0,02 persen, dolar Kanada naik 0,27 persen, dan franc Swiss bertambah 0,11 persen. Sebaliknya, poundsterling Inggris melemah 0,07 persen dan dolar Australia terkoreksi 0,06 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah kali ini lebih banyak dipengaruhi sentimen domestik.
“Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS terutama dipengaruhi tekanan dari dalam negeri. Rupiah tertekan oleh hasil survei yang menunjukkan penurunan cukup besar pada kepercayaan konsumen Indonesia pada Juni,” ujar Lukman kepada
jllangleyIndonesia.com.
Menurutnya, sentimen negatif juga datang dari pasar keuangan setelah muncul kabar mengenai potensi penurunan klasifikasi pasar ekuitas Indonesia.
“Berita mengenai potensi
downgrade
klasifikasi pasar ekuitas Indonesia menjadi frontier market oleh S&P DJI juga menekan rupiah. Sentimen
risk-off
di Asia akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah ikut memberikan tekanan tambahan,” katanya.
[Gambas:Youtube]
(lau/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Kenapa Chat WhatsApp Tidak Masuk Kalau Tidak Dibuka?
Baca lagi: Spek Land Cruiser 300, Barang Suap Bupati Kuansing yang Tembus Rp2 M
Baca lagi: xAI Resmi Ganti Nama Jadi SpaceXAI, Luncurkan Logo Baru