
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
berada di level Rp17.698 per
dolar AS
pada perdagangan Senin (24/8) pagi. Mata uang garuda melemah 4 poin atau 0,02 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan sejumlah mata uang Asia yang berada di zona merah. Yuan China turun 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,04 persen, dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,06 persen.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia lainnya menguat. Dolar Singapura naik 0,01 persen, yen Jepang menguat 0,06 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,40 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,04 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, mata uang negara maju juga bergerak bervariasi. Euro Eropa menguat 0,02 persen, poundsterling Inggris naik 0,3 persen, dan franc Swiss menguat 0,12 persen. Sebaliknya, dolar Australia terkoreksi 0,04 persen dan dolar Kanada melemah 0,24 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi bergerak konsolidatif dengan peluang penguatan terbatas pada perdagangan hari ini.
“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas oleh pelemahan dolar AS. Namun, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan harga minyak yang masih tinggi menahan rupiah,” ujar Lukman kepada
jllangleyIndonesia.com.
Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS.
[Gambas:Video jllangley]
(lau/pta)
Baca lagi: Putin dan Trump Berpotensi Bertemu di China November 2026
Baca lagi: Ellie Goulding Gugat Mantan Manajernya


