
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
dibuka di posisi Rp17.935 per
dolar AS
pada perdagangan Jumat (7/8) pagi. Mata uang Garuda melemah 12 poin atau 0,07 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,05 persen, dan yen Jepang naik 0,04 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuan China menguat 0,03 persen, ringgit Malaysia naik 0,04 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,48 persen, sedangkan dolar Hong Kong bergerak stabil. Di sisi lain, peso Filipina melemah 0,34 persen.
Pergerakan serupa juga terjadi pada mata uang utama negara maju. Euro Eropa melemah 0,02 persen, poundsterling Inggris turun 0,01 persen, dolar Australia terkoreksi 0,06 persen, dan franc Swiss melemah 0,04 persen. Sementara itu, dolar Kanada turun 0,03 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini seiring kenaikan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
[Gambas:Youtube]
“Rupiah diperkirakan berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring harga minyak yang rebound oleh memanasnya geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan apabila Iran akan melarang kapal AS dan Israel melalui Selat Hormuz. Namun, perlemahan diperkirakan terbatas dengan investor menantikan data cadangan devisa Indonesia siang ini,” ujar Lukman kepada
jllangleyIndonesia.com.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
(lau/sfr)
Baca lagi: Respons TNI AD soal Pramuka Garuda Bisa Daftar TNI-Polri Tanpa Tes
Baca lagi: Nova Widianto Resmi Jadi Pelatih Ganda Campuran Pelatnas Cipayung
Baca lagi: BRIN Akui Terlibat di Proyek Peluncuran Satelit Lampung-1



One Response
Sangat membantu dan jelas banget solusinya. Kalau ada kendala lain atau butuh panduan langsung, kalian bisa langsung cek ke link untung 365.