
Daftar Isi
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
berada di level Rp18.001 per
dolar AS
pada perdagangan Selasa (29/9) pagi. Mata uang Garuda melemah 23 poin atau 0,13 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,06 persen, peso Filipina naik 0,21 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,03 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Di sisi lain, ringgit Malaysia melemah 0,04 persen, dolar Singapura turun 0,04 persen, dan yen Jepang terdepresiasi 0,04 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, seluruh mata uang utama negara maju yang dipantau melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,03 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia terkoreksi 0,02 persen, dolar Kanada turun 0,02 persen, dan franc Swiss melemah 0,02 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi tertekan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan kenaikan imbal hasil obligasi AS.
“Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan imbal hasil obligasi AS yang terus meningkat. Investor juga cenderung berhati-hati pada pekan yang padat dengan data ekonomi penting,” ujar Lukman kepada
jllangleyIndonesia.com,
Selasa (29/9).
Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
[Gambas:Youtube]
(lau/ins)
Baca lagi: Letusan Gunung Lewotolok ‘Kirim’ Batu Vulkanik ke Permukiman
Baca lagi: BMKG Ungkap Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Hari Ini
Baca lagi: BMKG Ungkap Daftar 20 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini



