
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
berada di posisi Rp17.988 per
dolar AS
pada perdagangan Rabu (9/7) pagi. Mata uang Garuda melemah 8 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga tertekan terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,26 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,28 persen, dolar Singapura turun 0,07 persen, dan yen Jepang melemah 0,16 persen.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia berhasil menguat terhadap dolar AS. Yuan China terapresiasi 0,08 persen dan won Korea Selatan naik 0,24 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong bergerak stabil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, mata uang utama negara maju bergerak bervariasi. Euro Eropa turun 0,05 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,11 persen. Sebaliknya, dolar Australia menguat 0,12 persen, sedangkan dolar Kanada bergerak stabil.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah berpeluang menguat terbatas terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini setelah cadangan devisa Indonesia meningkat.
“Rupiah diperkirakan berpeluang menguat terbatas terhadap dolar AS didukung oleh data cadangan devisa yang naik kemarin. Namun investor masih mengantisipasi rilis indeks kepercayaan konsumen siang ini yang diperkirakan meningkat ke level 125,” ujar Lukman kepada
jllangleyIndonesia.com
.
Lukman juga menekankan eskalasi konflik Timur Tengah turut memberikan tekanan terhadap pergerakan rupiah.
Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
(lau/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Jadwal McGregor vs Holloway di UFC 329
Baca lagi: Nascimento Puji Timnas Indonesia U-17 usai Bantai Malaysia
Baca lagi: Tak Mau Bergantung Huawei-Nvidia, DeepSeek Bikin Chip AI Sendiri