
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
berada di level Rp17.722 per
dolar AS
pada perdagangan Senin (31/8) sore. Mata uang Garuda melemah 29 poin atau 0,16 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah mata uang Asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS.
Sejumlah mata uang Asia menguat, yakni yuan China naik 0,12 persen, dolar Singapura menguat 0,11 persen, yen Jepang naik 0,26 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,70 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya melemah. Peso Filipina terkoreksi 0,21 persen dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,05 persen.
Di sisi lain, mata uang utama negara maju mayoritas menguat terhadap dolar AS. Euro Eropa naik 0,10 persen, poundsterling Inggris menguat 0,03 persen, dolar Kanada naik 0,03 persen, dan franc Swiss menguat 0,02 persen.
Di samping itu, dolar Australia terkoreksi 0,09 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah pidato hawkish Kepala The Fed Warsh.
“Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh pidato hawkish Kepala The Fed Warsh. Eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang kembali naik ikut membebani,” ujar Lukman kepada
jllangleyIndonesia.com,
Senin (31/8).
(lau/ins)
Baca lagi: 8 Diduga Pedofil Ditangkap di Bandung, Bikin Foto dan Film Porno Anak
Baca lagi: Tom Cruise dan Anne Hathaway Bakal Bintangi Sekuel ‘Days Of Thunder’


