Jilangley

Rupiah Loyo ke Rp17.906 per Dolar AS Awali Oktober

Daftar Isi

Jakarta, jllangley Indonesia

—

Nilai tukar

rupiah

berada di level Rp17.906 per

dolar AS

pada perdagangan Kamis (1/10) pagi. Mata uang Garuda melemah 12 poin atau 0,07 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina tercatat melemah 0,13 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,11 persen, dolar Singapura melemah 0,16 persen, yen Jepang turun 0,48 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,27 persen.

Sementara itu, yuan China menguat 0,02 persen. Dolar Hong Kong bergerak datar terhadap dolar AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, seluruh mata uang utama negara maju yang dipantau bergerak melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,02 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia terkoreksi 0,06 persen, dolar Kanada melemah 0,07 persen, dan franc Swiss turun 0,02 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat setelah revisi data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat lebih kuat dari perkiraan.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat setelah revisi data PDB AS yang lebih kuat dari perkiraan. Investor juga mewaspadai rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia siang ini,” ujar Lukman kepada

jllangleyIndonesia.com,

Kamis (1/10).

Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18 ribu per dolar AS pada perdagangan hari ini.

[Gambas:Youtube]

(lau/ins)

Baca lagi: Kasus Kim Soo-hyun terkait Hubungannya dengan Kim Sae-ron Berakhir

Baca lagi: Turis Tewas Usai Jalani Prosedur Pembesaran Penis di Thailand

Baca lagi: Inggris Resmi Larang Impor Barang Asal Pendudukan Israel di Palestina

Exit mobile version