Rupiah Lunglai ke Rp17.847 per Dolar AS Sore Ini

Daftar Isi

Jakarta, jllangley Indonesia

—

Nilai tukar

rupiah

berada di level Rp17.847 per

dolar AS

pada perdagangan Senin (21/9) sore. Mata uang Garuda melemah 89 poin atau 0,50 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China stabil, ringgit Malaysia terapresiasi 0,13 persen, dolar Singapura naik 0,03 persen, dan yen Jepang melemah 0,24 persen.

Kemudian, won Korea Selatan naik 0,97 persen, peso Filipina terdepresiasi 0,06 persen, dan dolar Hong Kong stabil terhadap dolar AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, mayoritas mata uang utama negara maju berada di zona merah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,07 persen, poundsterling Inggris melemah 0,11 persen, dolar Australia terapresiasi 0,08 persen, dolar Kanada turun 0,20 persen, dan franc Swiss melemah 0,09 persen.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi faktor eksternal dan internal.

Dari sisi eksternal, indeks dolar AS menguat di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran jelang Pertemuan PBB.

“Iran dan AS saling melontarkan ancaman baru pada hari Minggu di tengah kebuntuan situasi, meskipun Presiden Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang dijadwalkan berada di New York minggu ini untuk menghadiri Sidang Umum PBB,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Senin (21/9).

Sementara dari sisi internal, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh antisipasi pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia serta isu postur anggaran negara. Ibrahim menilai Bank Indonesia berpeluang menyesuaikan tingkat suku bunga acuannya.

“Pasar akan mencermati keputusan Bank Indonesia di tengah dinamika nilai tukar rupiah, inflasi, serta kebijakan bank sentral global yang terfragmentasi… Namun melihat situasi inflasi global yang tinggi, kemungkinan gubernur Bank Indonesia dalam rapat di hari Rabu akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menyoroti target defisit RAPBN 2027 sebesar 2,40 persen terhadap PDB yang dinilai perlu diimbangi dengan kualitas belanja yang memadai.

Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah pada perdagangan besok (22/9) akan bergerak fluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp17.840 hingga Rp17.900 per dolar AS.

[Gambas:Video jllangley]

(fln/sfr)

Baca lagi: Resmi Lepas Gelar, Pangeran Harry dan Meghan Jadi Rakyat Biasa

Baca lagi: Kucing Menjilati Sesamanya karena Sayang? Belum Tentu…

Baca lagi: Harga Emas Turun Tipis ke Rp2,627 Juta per Gram Hari Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: