
Daftar Isi
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
berada di level Rp17.966 per
dolar AS
pada perdagangan Kamis (1/10) sore. Mata uang Garuda melemah 72 poin atau 0,40 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,23 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,17 persen, dolar Singapura melemah 0,27 persen, yen Jepang turun 0,60 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,39 persen.
Sementara itu, yuan China menguat 0,02 persen. Dolar Hong Kong bergerak datar terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, pergerakan mata uang utama negara maju juga bervariasi. Euro Eropa melemah 0,27 persen, poundsterling Inggris turun 0,27 persen, dolar Australia terkoreksi 0,17 persen, dan dolar Kanada melemah 0,11 persen. Sementara itu, franc Swiss menguat 0,13 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah ditutup melemah cukup tajam di tengah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil atau yield US Treasury.
“Rupiah ditutup melemah cukup tajam di tengah penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury AS. Data perdagangan Indonesia yang lebih kuat dari harapan serta inflasi yang juga lebih rendah dari perkiraan tidak banyak mendukung rupiah,” ujar Lukman kepada
jllangleyIndonesia.com.
Menurut Lukman, sentimen
risk off
domestik yang kuat turut membebani pergerakan rupiah menyusul respons negatif investor terhadap perombakan atau reshuffle kabinet.
“Sentimen
risk off
domestik yang kuat juga ikut membebani rupiah menyusul respons negatif investor akan reshuffle kabinet,” ujarnya.
[Gambas:Video jllangley]
(lau/sfr)
Baca lagi: Berencana Liburan ke Thailand? Cek 7 Aturan yang Patut Diketahui Turis
Baca lagi: Mata Terkena Abu Vulkanik, Kenapa Bisa Perih dan Gatal?
Baca lagi: Beda Istilah Biosolar dan B50, Sering Kepeleset Padahal Lain Arti