
Daftar Isi
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
berada di level Rp17.650 per
dolar AS
pada perdagangan Senin (7/9) pagi. Mata uang Garuda melemah 8 poin atau 0,05 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang berada di zona merah terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,15 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,15 persen, serta Dolar Singapura melemah 0,07 persen.
Sementara, yen Jepang menguat 0,15 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,25 persen, dan dolar Hong Kong stabil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, mayoritas mata uang utama negara maju pun melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,01 persen, poundsterling Inggris melemah 0,05 persen, dan dolar Australia terdepresiasi 0,01 persen. Di sisi lain, dolar Kanada stabil, dan franc Swiss turun 0,05 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat setelah data pekerjaan AS Non Farm Payrolls (NFP) lebih kuat dari perkiraan.
Ia juga memperkirakan pelemahan rupiah terbatas seiring dengan investor wait and see terkait data cadangan devisa (cadev) Indonesia hari ini.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data pekerjaan AS NFP yang lebih kuat dari perkiraan. Namun, pelemahan diperkirakan terbatas, dengan investor wait and see menantikan data cadev Indonesia siang ini,” ujarnya kepada
jllangleyIndonesia.com
, Senin (7/9).
Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.
[Gambas:Youtube]
(fln/pta)
Baca lagi: FOTO: Momen Akur Liam-Noel Gallagher di Venice Film Festival
Baca lagi: Panen Kritik dari Penonton, Promotor Konser Kahitna Minta Maaf
Baca lagi: Bukan Cuma Skincare, Produk Rambut Juga Kini Diburu Konsumen RI




One Response
untung88 situs resmi terpercaya paling mudah win