
Daftar Isi
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
berada di level Rp17.628 per
dolar AS
pada perdagangan Jumat (4/9) pagi. Mata uang Garuda menguat 51 poin atau 0,29 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,02 persen, peso Filipina naik 0,25 persen, dan dolar Singapura menguat 0,08 persen.
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya melemah. Yen Jepang turun 0,02 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,07 persen, dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,05 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, seluruh mata uang utama negara maju yang dipantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Kanada menguat 0,07 persen, poundsterling Inggris naik 0,08 persen, euro Eropa menguat 0,06 persen, franc Swiss naik 0,01 persen, dan dolar Australia menguat 0,017 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari pejabat The Fed Waller yang melemahkan dolar AS dan menurunkan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed pada September,” ujar Lukman kepada
jllangleyIndonesia.com,
Jumat (4/9).
Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
[Gambas:Youtube]
(lau/ins)
Baca lagi: Soetta Duduki Peringkat 6 Bandara dengan Pilihan Kuliner Terbaik Dunia
Baca lagi: Zulhas Sebut Ikan RI Dicuri Negara Lain Rp200 T per Tahun
Baca lagi: FOTO: Mengintip Surga Perburuan Fosil Raksasa Purba di Thailand




One Response
nona88 akses resmi terbaru dan terpercaya lewat sini