
Daftar Isi
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
berada di level Rp17.511 per
dolar AS
pada Kamis (10/9) pagi. Mata uang Garuda menguat 121 poin atau 0,69 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,03 persen, baht Thailand menguat 0,02 persen, yuan China melemah 0,02 persen, peso Filipina melemah 0,05 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,14 persen.
Dolar Singapura menguat 0,02 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, mata uang utama negara maju kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,05 persen, poundsterling Inggris menguat 0,07 persen, dan franc Swiss menguat 0,16 persen.
Senada, dolar Australia juga menguat 0,01 persen, dan dolar Kanada menguat 0,01 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah bakal menguat menunggu data ekonomi yang bakal dirilis Bank Indonesia hari ini.
“Rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS, Namun, penguatan diperkirakan terbatas, dengan investor wait and see menantikan data penjualan ritel Juli Indonesia dan data inflasi produsen AS,” ujar Lukman kepada
jllangleyIndonesia.com.
Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp17.450 per dolar AS – Rp17.600 per dolar AS.
[Gambas:Video jllangley]
(ldy/pta)
Baca lagi: Ayah Buka Suara soal Solar Panel Makam Vidi Aldiano Dicuri
Baca lagi: Kenapa Abu Vulkanis di Bodi Mobil Tak Boleh Langsung Dilap?
Baca lagi: Bos BGN Syaratkan Susu Hewani 80 Persen untuk Menu MBG




2 Responses
untung88 situs resmi terpercaya paling mudah win
Tulisan yang sangat padat karya. Begitu selesai membaca, kita langsung tahu persis apa langkah pertama yang harus diambil. https://nona88razor.xyz