
Daftar Isi
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
berada di level Rp17.642 per
dolar AS
pada perdagangan Jumat (4/9) sore. Rupiah menguat 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah sejalan dengan sejumlah mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,10 persen dan won Korea Selatan terapresiasi 0,30 persen.
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya melemah. Peso Filipina terdepresiasi 0,22 persen, ringgit Malaysia turun 0,07 persen, dolar Singapura melemah 0,01 persen, yen Jepang turun 0,36 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan mata uang negara maju terpantau bervariasi. Poundsterling Inggris menguat 0,08 persen. Di sisi lain, euro Eropa melemah 0,05 persen, dolar Kanada turun 0,07 persen, dan franc Swiss melemah 0,15 persen. Dolar Australia bergerak datar.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah kembali menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
“Rupiah ditutup kembali menguat terhadap dolar AS. Penguatan rupiah seiring pelemahan dolar AS setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini menyusul komentar bernada dovish dari pejabat The Fed,” ujar Lukman kepada
jllangleyIndonesia.com.
Dari dalam negeri, ia menilai sentimen positif juga didukung oleh pernyataan Gubernur BI Damayanti yang menilai inflasi domestik masih terkendali.
“Ia juga menyerukan penguatan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan ekonom untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
[Gambas:Video jllangley]
(lau/pta)
Baca lagi: Pakar ITB Ungkap Cara Merek China Disrupsi Harga Mobil di Indonesia
Baca lagi: Dapur SPPG di Toraja Dihentikan Sementara Usai 160 Siswa Keracunan
Baca lagi: RI Berikan Penegasan Status WNI Bagi 1.512 Anak PMI di Malaysia




One Response
nona88 akses resmi terbaru dan terpercaya lewat sini