
Daftar Isi
1. Pilih tabungan biasa jika dana darurat belum terkumpul
2. Tabungan berjangka cocok untuk yang sulit disiplin menabung
3. Pertimbangkan biaya peluang sebelum memilih
4. Bunga tabungan berjangka memang lebih tinggi, tetapi tetap terbatas
5. Tabungan biasa lebih cocok untuk transaksi harian
6. Tabungan berjangka pas untuk target keuangan 1-5 tahun
Jakarta, jllangley Indonesia
—
Menabung masih menjadi salah satu cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan keuangan. Namun, banyak orang masih bingung memilih antara
tabungan
biasa atau tabungan berjangka, terutama di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat semakin berhati-hati mengelola uang.
Meski sama-sama berfungsi menyimpan dana, kedua produk tersebut memiliki tujuan, karakteristik, hingga keunggulan yang berbeda.
Perencana keuangan menyarankan masyarakat memilih produk sesuai kondisi finansial dan tujuan keuangannya, bukan semata-mata karena iming-iming bunga yang lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pilih tabungan biasa jika dana darurat belum terkumpul
Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Dandy menyarankan masyarakat memprioritaskan tabungan biasa apabila belum memiliki dana darurat.
Menurutnya, dana darurat idealnya mencapai minimal tiga kali pengeluaran bulanan sebelum mulai mengunci dana dalam tabungan berjangka.
“Bisa ambil tabungan berjangka kalau dana darurat sudah terkumpul tiga bulan pengeluaran bulanan. Kalau belum, saran saya tabungan biasa dulu sampai dana darurat terkumpul,” ujar Dandy.
2. Tabungan berjangka cocok untuk yang sulit disiplin menabung
Tabungan berjangka umumnya memiliki fitur autodebet setiap bulan sehingga membantu nasabah menyisihkan uang secara otomatis. Karena itu, produk ini dinilai cocok bagi orang yang kesulitan menjaga konsistensi menabung.
“Ambil tabungan berjangka kalau memang sulit sekali untuk nabung dan mau konsisten belajar nabung. Sebaiknya tidak lebih dari tiga tahun karena saya yakin kebiasaan menabung sudah mulai terbentuk,” ujar Dandy.
3. Pertimbangkan biaya peluang sebelum memilih
Dandy mengingatkan masyarakat juga perlu memperhitungkan potensi keuntungan (
opportunity cost
) yang hilang ketika dana hanya ditempatkan di tabungan berjangka.
Pasalnya, bunga tabungan berjangka dinilai masih relatif rendah, kecuali pada beberapa bank digital yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.
“Menurut saya sayang saja ada
opportunity cost
yang terlewat kalau di tabungan berjangka. Opsi lain bisa ke reksa dana pasar uang yang juga bisa autodebet setiap bulan,” terangnya.
4. Bunga tabungan berjangka memang lebih tinggi, tetapi tetap terbatas
Perencana Keuangan OneShildt Consulting Budi Rahardjo mengatakan tabungan berjangka biasanya menawarkan bunga lebih tinggi dibanding tabungan biasa.
Namun, selisih bunga tersebut muncul karena dana tidak bisa diambil sewaktu-waktu seperti rekening tabungan harian.
“Biasanya tabungan berjangka memberikan tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa karena fungsinya memang berbeda,” kata Budi.
5. Tabungan biasa lebih cocok untuk transaksi harian
Menurut Budi, fungsi utama tabungan biasa bukan mengejar keuntungan bunga, melainkan memberikan kemudahan dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Fitur seperti transfer, pembayaran, autodebet, hingga transaksi digital menjadi nilai utama rekening tabungan biasa.
“Rekening tabungan biasanya digunakan sebagai rekening penampung dan rekening transaksi sehari-hari. Tingkat bunganya memang sangat kecil,” jelasnya.
6. Tabungan berjangka pas untuk target keuangan 1-5 tahun
Tabungan berjangka dinilai lebih sesuai bagi masyarakat yang sedang menyiapkan tujuan keuangan tertentu dalam jangka menengah.
Misalnya untuk biaya pendidikan, uang muka rumah, hingga dana darurat yang tidak ingin mudah digunakan.
“Tabungan berjangka biasanya lebih untuk tujuan di atas satu tahun tetapi tidak lebih dari lima tahun ke depan,” pungkas Budi.
[Gambas:Video jllangley]
(sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Kepala Bakom Qodari Buka Suara soal Komisaris BUMN
Baca lagi: DPR Dorong Sengketa Laut China Selatan Diselesaikan Lewat Dialog
Baca lagi: Taylor Swift Pilih Para Sahabatnya Ini Jadi Braidesmaid




8 Responses
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1406 deh, lengkap parah!
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link https://magic.ly/CATCAT/Kisah-Kang-Sujana:-Perjalanan-Penuh-Kejutan ini juga sangat direkomendasikan.
Ngebantu banget penjelasannya, mantap! Sekalian share aja, buat kalian yang butuh materi serupa bisa cek https://investingold.blob.core.windows.net/financialarticles1/ira-gold-fund.html saya dapet banyak info juga dari sana.
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://vi.gta5-mods.com/users/epicureannycom di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke http://beyondct.squarespace.com/restitution-des-ateliers/2005/1/12/jeux-en-team-building-anim-par-sophie-zakowetz-et-franois-michel.html, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari http://iop.chez.com/u.php?action=show&username=nadinei67 juga mengulas hal serupa.
Wah baru kepikiran soal perspektif ini. Makasih admin udah nulis. Tadi sempet browsing juga dan ternyata https://aroundsuannan.ssru.ac.th/index.php?topic=349669.0 ngebahas hal yang lumayan mirip.
Saya sangat menikmati tulisan ini karena langsung pada intinya. Tadi saya juga sempat membaca referensi lain di https://kldp.org/comment/352006 yang membahas hal serupa secara komprehensif.